KBRN— Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) mengakui harga mobil di Indonesia tinggi. Kenaikan harganya lebih tinggi dari kenaikan pendapat rata-rata masyarakat per tahun. Sekretaris Umum GAIKINDO Kukuh Kumara menyebut kenaikan pendapatan masyarakat rata-rata hanya sebesar tiga persen. Sementara itu, kenaikan harga mobil rata-rata tujuh persen.
“Akhirnya otomatis mempersulit peningkatan penjualan kendaraan di Indonesia. Karena, kenaikan pendapatan masyarakat tak bisa mengejar kenaikan harga kendaraan,” katanya dalam perbincangan dengan Radio Republik Indonesia (RRI) Pro 3, Selasa 18 Februari 2025.
“Apalagi kelompok kelas menengah yang selama ini menjadi market terbesar penjualan kendaraan banyak yang turun kelas. Belum lagi kondisi ekonomi global yang belum membaik dan daya beli masyarakat yang belum naik signifikan juga menjadi penyebab turunnya penjualan kendaraan.”
GAIKINDO berharap sejumlah kebijakan di bidang industri otomotif dan paket kebijakan ekonomi pemerintah bisa mendongkrak penjualan tahun ini. “Pemerintah sudah memberikan insentif pajak bagi kendaraan hybrid atau ramah lingkungan dan mempermudah masuknya merk-merk mobil yang harganya lebih murah,” kata Kukuh.
“Kami juga berharap paket kebijakan ekonomi yang baru saja disampaikan oleh presiden juga bisa menaikan daya beli masyarakat. Sehingga paling tidak masyarakat bisa membeli kendaraan dengan cara kredit.”
Menurut data terbaru GAIKINDO, total penjualan mobil secara whole sales sebesar 61.843 unit. Angka ini turun 11,3 persen dari tahun ke tahun pada Januari 2025 dibanding periode yang sama tahun 2024 lalu sebanyak 69.758 unit. Sementara itu, penjualan retail juga turun 18,6 persen dari tahun ke tahun menjadi 63.858 unit pada Januari 2025, dibanding 78.437 unit pada periode yang sama di 2024.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut kondisi pasar otomotif nasional sedang lesu. Dia berharap semua stakeholders termasuk pemerintah perlu memberikan terobosan-terobosan agar konsumen bisa kembali memiliki minat belanja otomotif. (*)