Berita

8 Perempuan yang Berpengaruh di Industri Otomotif Dunia

Foto: DRIVE

OKEZONE— Industri otomotif memiliki sejarah yang dipenuhi dengan para inovator yang visioner dari berbagai brand yang berdiri hingga saat ini. Di balik dominasi laki-laki, kontribusi perempuan rupanya juga mempunyai peran penting dalam sejarah industri otomotif. Yang membuat takjub, sederet perempuan ini datang dari berbagai profesi, tak hanya di bidang otomotif.

Berikut 10 perempuan yang berpengaruh dalam bidang otomotif:

  1. Margaret Wolcox (1838-1912)

Ia lahir pada 1838. Ia tak hanya mendapatkan gelar dalam bidang teknik mesin pada abad ke-19, tapi juga meraih gelar saat sedikitnya perempuan yang terjun dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, rekayasa, dan matematika (science, technology, engineering, and mathematics, STEM) hingga saat ini bidang tersebut masih didominasi oleh laki-laki.

Kontribusi yang paling berpengaruh dalam bidang otomotif yaitu pengembangan sistem pemanas mesin. Sistem tersebut menyalurkan udara ke blok pemanas mesin, mengarahkan ke interior kendaraan. Inovasi tersebut dimulainya pengendalian iklim kendaraan, guna memastikan pengemudi tetap hangat. Sayangnya, desainnya itu memiliki keterbatasan yaitu tidak ada pengatur panas, hingga membuat suhu ruang mobil bertambah panas.

  • Bertha Benz (1849-1944)

Seorang penemu dan pengusaha ini, saat masa muda minat pada mesin dan ingin dapat memperbaikinya apabila terjadi kerusakan. Selain itu, dia merupakan orang pertama yang mengendarai mobil jarak jauh secara ilegal,yang membutuhkan waktu sekitar 13 jam. Dari situ munculah temuan, yakni bantalan rem dan perpindahan gigi.

  • Maria Anderson (1866-1953)

Berawal dari melihat pengemudi troli di New York (Amerika Serikat, AS) yang sering kali mengeluarkan tubuhnya untuk membersihkan salju dari jendela. Menginspirasi Maria Anderson menciptakan salah satu fitur mobil, yaitu wiper kaca depan fungsional.

  • Charlotte Bridgewood (1861-1929)

Berawal seorang artis Vaudeville, Charlotte Bridgewood rupanya memiliki perang penting dalam dunia otomotif dimulai saat dirinya menjadi presiden perusahaan manufaktur Bridgwood, tempat dia sebagai pelopor beberapa inovasi keselamatan otomotif. Selain itu, dia juga dikenal sebagai penyempurna desain wiper kaca depan.

  • Florence Lawrence (1886-1938)

Seorang tokoh perintis pada 1900-an, dikenal karena kontribusinya dalam industri film dunia otomotif, dan juga dikenal sebagai pemeran film. Pada saat berkendara Florance mengaku sangat terganggu dikarenakan kurangnya komunikasi antar pengendara di jalan raya. Hasilnya dia menciptakan sinyal belokan atau sein dan lampu rem. Artinya lampu sein yaitu menunjukkan arah, sedangkan lampu rem menunjukkan kata berhenti. Sayangnya, penemuan tersebut tak ia daftarkan ke lembaga paten, sehingga Lawrence tak mendapatkan benefit.

  • Emily Post (1872-1960)

Seorang tokoh pelopor dalam budaya otomotif AS, Emily Post memiliki kontribusi yang terkenal di dalam dunia otomotif, yaitu bukunya yang berjudul “By Motor to the Golden Gate” Dalam karyanya menjelaskan perjalanan lintas negara bersama putranya dari Negara Bagian New York menuju Negara Bagian California.

  • Helene Rother (1990-1999)

Dia dikenal sebagai desainer wanita di bidang otomotif. Kisah tragis yang dialaminya membuat dia bertemu dengan kepala desain pada produsen mobil raksasa di General Motors (GM), Harley Earl. Rother memberikan kehidupan baru pada interior otomotif. Mengubah industri dengan menciptakan interior yang estetis dan praktis. Helene kala itu dipercaya untuk memegang bagian interior.

  • Suzanne Vanderbilt (1933-1988)

Pada 1950, GM membentuk tim desain, yakni diisi Suzanne Vanderbilt. Dia memperkenalkan sebuah inovasi yang menjadi kebutuhan pokok pada dunia otomotif. Inovasi yang ditimbulkan seperti sabuk pengaman yang dapat ditarik, komponen penyimpan kursi belakang,dan pintu pengaman anak. Jabatan Vanderbilt di GM kini berlangsung selama 23 tahun. Peran yang dimainkan tak dipungkiri sangat penting guna membentuk industri otomotif dan memperjuangkan kemampuan desainer perempuan. (*)